Sistem Manajemen Rapuh El Atleti

Sistem Manajemen Rapuh El AtletiSistem Manajemen Rapuh El Atleti – Bagi sebagian fans di Eropa tentu sangat ingin melihat Atletico Madrid menjadi juara di Liga Champions. Pasalnya fans saat ini ingin menghadirkan sebuah kejutan di kompetisi Eropa agar tidak diisi oleh tim-tim yang itu-itu saja.

Sosok Diego Simeone mampu membangun sebuah pondasi yang kuat sehingga El Atleti mampu membuat kejutan dan juga mengganggu para tim-tim elit di kompetisi Eropa. El Atleti mampu membuat Real Madrid tersungkur di La Liga. Lalu mengeliminasi Barcelona di Liga Champions dan juga membuat El Barca tidak pernah menang sekalipun dalam 6 pertemuan musim ini.

Namun kesuksesan ini ternyata masih belum bisa mengalahkan keglamoran Barca dan El Real. Simeone memang mampu membawa Atletico meraih gelar juara La Liga. Namun jika menoleh ke belakang, Atletico selalu dirundung masalah mulai dari kepemilikan pihak ketiga hingga utang berliku. Atletico sendiri merupakan klub paling besar ke 3 di ranah Spanyol. Namun sejak tahun 1992, financial Atletico dipertanyakan.

Bahkan Atletico pernah terdegradasi pada tahun 2000 setelah mereka terkena Caso Atletico atas ketidak jelasan finansial. Dan Jesus Gil yang menjadi Presiden Atletico harus berada di jeruji besi selama 3.5 tahun ditambah hukuman kepada Enrique Cerezo dan juga Miguel Angel Gil Marin. Atletico tidak membayar pajak selama 2 tahun. Dan mereka akhirnya mampu promosi ke La Liga.

Dan di tahun 2012, Atletico di nyatakan memiliki hutang mencapai € 517 juta dimana € 171 juta merupakan tunggakan pajak yang tidak mereka bayarkan. Untungnya krisis ekonomi di Spanyol menurun tajam yang membuat El Atleti bebas dari ancaman dibubarkan. Ditambah lagi dengan bail out dari EU yang menolong beberapa klub La Liga dari beberapa tim besar Eropa. Dan ini yang membuat Presiden Bayern, Uli Hoeness meradang.

Dan jelas tidak perlu membayar utang merupakan prinsip dari Jesus Gil. Atletico memang melakukan pembayaran atas tunggakan pajak mereka, namun hal ini tidak membuat mereka melunasi semua hutang yang sudah di keluarkan oleh pengadilan. Bahkan UEFA sempat menahan hadiah juara Liga Eropa. Namun hadiah tersebut akhirnya cair juga.

Hengkangnya Sergio Kun Aguero ke Manchester City, mampu membuat beban pajak berkurang. Namun untuk membeli Radamel Falcao dari Porto ternyata membutuhkan bantuan dari pihak ketiga. Ternyata Atletico juga tidak merampungkan kewajiban mereka kepada Porto. Bahkan Porto sempat melaporkan ke UEFA dan FIFA.

Sementara permasalahan sponsor kit, Atletico sendiri sedang menjalani kesepakatan ke 2 dengan Azerbaijan yang merupakan departemen pariwisata dimana kerjasama senilai € 12 juta berlangsung selama 18 bulan. Untungnya lambat laun skuad El Atleti mulai tenang. Namun bisa dilihat dengan jelas bahwa kerajaan yang dibangun oleh Simeone tidak akan bertahan lama jika system manajemen Atletico tidak diperbaiki.