Piala Dunia Qatar Tak Kan Digelar Di Musim Panas

Piala Dunia Qatar Tak Kan Digelar Di Musim Panas – Penyelenggaraan Piala Dunia 2022 yang akan digelar di Qatar telah menjadi sebuah pembicaraan publik. Banyak pro dan kontra yang mewarnai. Mulai dari mengubah jadwal pertandingan bahkan ada yang menginginkan tempatnya dipindah sehingga waktu pelaksanaan tetap.Penggeseran waktu dari musim panas ke musim dingin sempat mendapat tentangan dari klub klub yang bermain di Liga Inggris.

Ketua Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) memberikan usul untuk memberikan hak penyelenggaraan Piala Dunia ke Negara lain. Richard Scudamore, Kepala Eksekutif Liga Primer bersikukuh bahwa pelaksanaan turnamen harus tetap berlangsung di musim panas. Sedangkan beberapa klub liga Eropa mengaku terbuka jika penyelenggaraan turnamen digelar di musim dingin.

Dalam 2-3 tahun belakangan ini terdengar suara suara sumbang terkait dengan penunjukan Qatar sebagai tuan rumah Piala Dunia 2022.

Kontroversi itu disebabkan oleh karena Kompetisi bergengsi di dunia itu biasanya diadakan pada musim panas namun suhu di Qatar pada saat bulan Juni – juli bisa mencapai 50 derajat Celcius. Hal itu tentu saja sangat mempengaruhi kondisi fisik pemain. FIFA khawatir dengan suhu yang begitu tinggi dan ekstrim itu bisa membahayakan pemain dan juga penonton.

Perdebatan yang sempat muncul akhirnya mendapat jawaban dari pihak FIFA. Sejak bulan lalu, FIFA telah berupaya untuk menyelesaikan permasalahan tersebut dibantu dengan pertimbangan dari tim medis, pihak penyiaran, sponsor dan tak kalah pentingnya dari liga liga utama Eropa.

Berdasarkan berbagai pertimbangan akhirnya FIFA memutuskan untuk menggeser waktu pertandingan dari musim panas ke musim dingin. Jadi bisa dipastikan Piala Dunia 2022 di Qatar tidak akan digelar pada musim panas seperti biasanya Piala Dunia digelar. Ini adalah untuk pertama kalinya Piala Dunia digelar di musim dingin.

Pernyataan tersebut diungkapkan oleh Jerome Valcke.Sekretaris jenderal FIFA itu menyebutkan bahwa Piala Dunia 2022 di Qatar tidak akan digelar pada bulan Juni – Juli namun kemungkinan akan di majukan antara tanggal 15 November atau paling lambat 15 Januari. Waktu tersebut adalah waktu yang tepat untuk diadakannya turnamen sepakbola, dimana suhu udara di Qatar tidak terlalu panas. Pada periode itu suhu di Qatar hampir sama dengan suhu udara musim semi di Eropa yaitu 25 derajat celcius.

Hal itu juga sudah disetujui oleh Presiden FIFA Sepp Blatter. Ia mengatakan bahwa telah berbicara dengan Emir Qatar, Sheikh Tamim bin Hamad al-Thani, kemungkinan mereka akan mengajak beberapa negara tetangga untuk menggelar pergelaran akbar tersebut.

Bulan November atau Desember adalah waktu ideal karena tidak akan ada kompetisi yang digelar pada waktu itu. Sedangkan pada bulan Januari dan Pebruari akan digelar Olimpiade musim dingin jadi tidak mungkin menggelar turnamen pada bulan tersebut.